News  

Boeing Siap Bersaing dengan Pesawatan Buatan China C919

Boeing, Rabu (21/2), mengatakan siap “mulai bersaing dengan” pesawat penumpang pertama buatan China yang diproduksi di dalam negeri. Pesawat tersebut diperlihatkan pada ajang eksibisi dirgantara terbesar di Asia seiring dengan upaya Beijing untuk menancapkan eksistensinya dalam industri aviasi global.

Pesawat C919 berlorong tunggal itu melakukan debut internasionalnya pada minggu ini di Singapore Airshow. Selain dipamerkan, pesawat itu juga memperagakan penerbangan demonstratif sebagai bagian dari upaya menarik minat pembeli internasional.

Pesawat tersebut, yang diproduksi oleh perusahaan BUMN Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC), merupakan pesaing potensial bagi A320 yang mendominasi pasar, dibuat oleh Airbus dari Eropa, dan 737 MAX dari Boeing yang berbasis di AS.

Dave Schulte, Direktur Pemasaran Komersial Boeing Asia-Pasifik, mengatakan C919 mirip dengan apa yang diproduksi Boeing dan Airbus pada segmen pesawat berbadan sempit. Hal tersebut bisa menjadi pilihan oleh maskapai penerbangan di wilayah tersebut.

C919 buatan China dipajang di Bandara Internasional Hong Kong di Hong Kong, Rabu, 13 Desember 2023. (Foto: AP)

“Pesawat itu akan terus bersaing…kami akan mulai bersaing,” katanya kepada wartawan di pameran dirgantara tersebut.

Namun “tergantung pada masing-masing produsen untuk membuktikan nilainya kepada maskapai penerbangan, membuktikan produknya, kekuatan produknya,” katanya.

“Saya pikir mereka (COMAC) juga akan menghadapi beberapa tantangan yang semakin besar… yang harus mereka atasi agar dapat terus bersaing di pasar di seluruh wilayah,” imbuhnya.

Schulte mengatakan pesawat tersebut termasuk dalam proyeksi Boeing bahwa Asia Tenggara akan membutuhkan 4.225 pesawat baru pada 2042.

Dia memprediksi bahwa permintaan kehadiran pesawat baru akan dipicu oleh kebutuhan maskapai penerbangan murah, yang popular di wilayah berpenduduk lebih dari 650 juta orang.

C919 telah melakukan penerbangan komersial di China sejak Mei dan ditampilkan untuk pertama kalinya di luar daratan China di Hong Kong pada Desember.

Namun belum berhasil menarik minat pembeli dari luar negeri. [ah/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com