News  

Hadapi Rusia, UE Usulkan 100 Miliar Euro untuk Industri Pertahanan

Komisaris pasar internal Uni Eropa, Thierry Breton, pada Kamis (11/1) menyampaikan gagasan pengucuran dana hingga 100 miliar Euro atau sekitar 110 miliar dolar AS untuk meningkatkan industri pertahanan Eropa, dalam menghadapi perang Rusia di Ukraina.

“Itu adalah sebuah ambisi, sebuah visi,” kata Breton kepada para jurnalis di Brussel.

Komisaris asal Prancis ini tidak memberikan detail lebih jauh tentang bagaimana dana potensial itu akan dibiayai dan mengakui bahwa banyak rencana masih butuh diperdebatkan di dalam blok dengan 27 negara anggota itu.

Dia mengatakan bahwa angka tersebut adalah perhitungannya pribadi, yang menurut pertimbangannya penting untuk meningkatkan secara signifikan, kapasitas industri pertahanan Eropa.

Serangan Rusia ke Ukraina telah menjadi panggilan pengingat bagi Uni Eropa, bahwa mereka perlu meningkatkan manufaktur pertahanannya, setelah bertahun-tahun menurunkannya setelah Perang Dingin berakhir.

Breton telah meluncurkan serangkaian inisiatif dalam skala lebih kecil, yang bertujuan meningkatkan produksi amunisi dan kekuatan pertahanan Uni Eropa, seiring upaya blok tersebut untuk mempersenjatai Kyiv dan memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Dia bersikeras bahwa Uni Eropa akan memenuhi targetnya pada Maret atau April, mencapai kapasitas produksi hingga 1 juta peluru artileri 155 milimeter setiap tahunnya.

Breton yakin bahwa menaikkan kemampuan Eropa dalam mempersenjatai diri adalah tujuan penting, dan akan menjadi fokus utama bagi siapapun pemimpin yang mengambil kendali Uni Eropa setelah pemilu pada Juni.

Meskipun menghadapi serangkaian sanksi ekonomi yang belum pernah diterima dari Barat, Rusia mampu meningkatkan produksi senjatanya. Negara itu juga beralih ke sekutunya seperti Korea Utara untuk mendapatkan pasokan.

Upaya untuk mendorong pendanaan pada skala seperti yang diajukan Breton kemungkinan akan menghadapi penolakan dari negara-negara Uni Eropa yang biasa disebut sebagai negara hemat, seperti Jerman.

Tetapi usul itu menerima banyak dukungan dari negara-negara yang berbatasan dengan Rusia seperti Polandia, yang mendukung dengan kuat upaya untuk meningkatkan pertahanan Eropa. [ns/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com