News  

Kemendag akan Audit Uji Coba Kerja Sama TikTok dan Tokopedia

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan waktu selama empat bulan bagi TikTok dan Tokopedia untuk melangsungkan uji coba kerjasama. Setelah itu, menurutnya, Kementerian Perdagangan akan melakukan audit.

“Ini kan teknologinya tinggi, perlu tiga sampai empat bulan bagi mereka untuk melakukan semacam percobaan, trial and error. Mereka juga diminta mengutamakan produk-produk lokal. Nanti hasil kerja sama itu seperti apa, kita nilai,” kata Zulkifli dalam konferensi pers di Tokopedia Tower, Jakarta, Selasa (12/12).

“Nanti kita audit, kita lihat nanti seperti apa,” tegasnya.

TikTok mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya setuju untuk menghabiskan $840 juta untuk membeli sebagian besar unit e-commerce GoTo, Tokopedia, setelah Indonesia melarang belanja online di platform media sosial pada bulan September, dengan alasan perlunya melindungi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan data pengguna.

Kedua perusahaan mengatakan kemitraan mereka akan dimulai pada hari Selasa dengan periode percontohan yang dilakukan melalui konsultasi erat dan pengawasan oleh badan-badan terkait.

“Kami akan memberikan waktu uji coba selama tiga hingga empat bulan karena teknologi bukanlah hal yang mudah. Mungkin diperlukan upaya untuk menyempurnakannya,” kata Zulkifli pada acara pembukaan kemitraan itu di festival belanja online nasional yang dinamakan “Beli Lokal”.

“Tujuan utamanya (uji coba) adalah untuk membantu para penjual…agar mereka…bisa menjalankan kembali usahanya (setelah penghentian sementara TikTok Shop),” tuturnya.

Zulkifli mengatakan Kementerian akan mengaudit dan menilai kemitraan tersebut setelah masa uji coba itu, dan menambahkan bahwa peraturan tersebut bertujuan untuk melindungi UMKM yang menyerap 90 persen tenaga kerja di tanah air.

TikTok berupaya menjadikan 125 juta penggunanya di Indonesia sebagai sumber pendapatan e-commerce yang signifikan, mengingat pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan tumbuh sekitar $160 miliar pada tahun 2030.

Para analis mengatakan kesepakatan dengan Tokopedia, platform e-commerce terbesar di Indonesia dengan sekitar 67 juta pengguna, akan membantu TikTok menjadi saingan yang lebih kuat terhadap pesaing-pesaing mapan seperti Shopee yang dimiliki oleh Sea Limited yang berkantor pusat di Singapura dan Lazada yang dimiliki oleh raksasa e-commerce China Alibaba

Sejumlah analis dari perusahaan jasa keuangan Jefferies, yang berkantor pusat di kota New York, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa program uji coba ini diperkirakan akan memberi pengguna pengalaman yang sama seperti sebelumnya dengan TikTok Shop, mengingat laju pertumbuhannya yang cepat di Indonesia.

Mereka mengatakan total nilai transaksi online TikTok Shop meningkat tiga kali lipat menjadi $6 miliar pada tahun ini sebelum pelarangan diberlakukan, sebuah pencapaian yang mungkin bisa dikejar Tokopedia dalam waktu 10 tahun. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com