News  

Larangan Operasional TEPCO Dicabut, PLTN di Niigata Siap Kembali Beroperasi

Badan pengawas keselamatan nuklir Jepang, Rabu (27/12), mencabut larangan operasional yang diberlakukan terhadap sebuah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) milik Tokyo Electric Power Company Holdings, operator pembangkit listrik Fukushima yang mengalami bencana.

Pencabutan itu memungkinkan perusahaan tersebut melanjutkan persiapan untuk mengoperasikan kembali PLTN Kashiwazaki-Kariwa, setelah lebih dari 10 tahun diistirahatkan.

Pada pertemuan mingguannya, Otoritas Regulasi Nuklir (RNA) secara resmi mencabut larangan lebih dari dua tahun yang diberlakukan pada pembangkit listrik Kashiwazaki-Kariwa milik TEPCO karena lemahnya langkah-langkah keselamatan di lokasi tersebut. RNA mengatakan bahwa rangkaian inspeksi dan pertemuan dengan pejabat perusahaan telah menunjukkan perbaikan yang memadai.

Keputusan tersebut menghapus perintah yang melarang TEPCO mengangkut bahan bakar baru ke PLTN itu atau memasukkannya ke dalam reaktor, sebuah langkah penting untuk memulai kembali reaktor Kashiwazaki-Kariwa.

Foto fasilitas pengenceran dan pembuangan air yang diolah ALPS di pembangkit listrik energi nuklir Fukushima Daiichi, yang dioperasikan oleh TEPCO, di Futaba, timur laut Jepang, Minggu, 27 Agustus 2023. (AP/Eugene Hoshiko, Pool)

PLTN di Niigata, Jepang, itu adalah satu-satunya PLTN TEPCO yang dapat dioperasikan sejak gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret 2011 menghancurkan PLTN Fukushima Daiichi dan menyebabkan PLTN Lainnya, Fukushima Daini, berhenti beroperasi.

Bagi perusahaan yang kini terbebani dengan semakin besarnya biaya untuk menonaktifkan PLTN Fukushima Daiichi dan memberikan kompensasi kepada penduduk yang terkena bencana, memulai kembali operasi reaktor-reaktor di Kashiwazaki-Kariwa adalah kunci untuk menstabilkan bisnisnya.

Presiden TEPCO Tomoaki Kobayakawa mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu bahwa masih terlalu dini untuk mengomentari prospek dimulainya kembali kegiatan tersebut. Ia mengatakan perusahaan itu akan mensosialisasikan langkah-langkah keselamatan dan keamanan untuk mendapatkan pemahaman dari penduduk setempat, yang harus menyetujui dimulainya kembali aktivitas tersebut.

NRA menerapkan larangan yang belum pernah terjadi terhadap operator tersebut pada bulan April 2021 setelah terungkapnya rangkaian tindakan ceroboh di PLTN Kashiwazaki-Kariwa milik TEPCO, kompleks tenaga nuklir terbesar di dunia yang menampung tujuh reaktor. [ab/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com