News  

Pengadilan Argentina Tunda Reformasi Undang-undang Ketenagakerjaan

Hakim di pengadilan Argentina pada Rabu (3/1) menangguhkan perubahan Undang-undang Ketenagakerjaan yang merupakan bagian dari keputusan besar reformasi ekonomi dan deregulasi yang diumumkan oleh presiden beraliran libertarian baru negara itu, Javier Milei.

Badan serikat buruh CGT telah menentang perubahan-perubahan yang secara teknis mulai berlaku pada hari Jumat (29/12) lalu, dengan alasan perubahan-perubahan itu mengikis perlindungan dasar bagi para pekerja, seperti hak untuk mogok kerja dan cuti orang tua.

Hakim pengadilan banding tenaga kerja Argentina membekukan beberapa elemen keputusan Milei, yang antara lain meningkatkan masa percobaan kerja dari tiga bulan menjadi delapan bulan, mengurangi kompensasi jika terjadi pemecatan, dan memangkas cuti kehamilan.

Hakim Alejandro Sudera mempertanyakan “kebutuhan” dan “urgensi” keputusan yang ditandatangani Milei pada tanggal 20 Desember, hanya beberapa hari setelah menjabat. Sudera juga menangguhkan langkah-langkah itu hingga dapat dipertimbangkan dengan baik oleh Kongres.

Dalam keputusan yang dikirimkan ke media, Sudera mengatakan beberapa langkah Milei tampaknya “bersifat represif atau menghukum,” dan tidak jelas bagaimana penerapan hal itu akan membantu tujuan Milei untuk “menciptakan lapangan kerja yang nyata.”

Pemerintah dapat mengajukan banding atas keputusan itu.

Ribuan orang turun ke jalan minggu lalu untuk memprotes reformasi Milei, yang memproklamirkan diri sebagai “anarko-kapitalis.”

Milei memenangkan pemilihan umum bulan November lalu dengan janji memangkas pengeluaran negara seiring terus memburuknya krisis ekonomi, termasuk inflasi yang mencapai tiga digit.

CGT telah menyerukan aksi mogok umum pada tanggal 24 Januari. [em/rs]

Sumber: www.voaindonesia.com