News  

Perekonomian Kuba Kian Jatuh

Pemerintah Kuba memperkirakan penurunan ekonomi hingga dua persen pada 2023, seiring dengan krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dekade, yang telah memicu eksodus dari negara pulau itu.

“Ada kemungkinan bahwa tahun ini kami akan ada penyusutan hingga dua persen,” kata Menteri Ekonomi Alejandro Gil kepada parlemen pada Rabu.

Ekonomi Kuba hanya tumbuh 1,8 persen pada 2022 setelah pulih dari penyusutan sebesar 10,9 persen pada 2020 karena pandemi COVID 19 yang telah memukul keras sektor pariwisata yang penting.

Pandemi dan pengetatan sanksi dari Amerika Serikat pada 2021, ditambah dengan kelemahan struktur ekonomi, telah membuat sektor perekonomian kian terpuruk.

Gil menyoroti keterbatasan Kuba, yang berada di bawah embargo AS sejak 1962, dalam hal ketersediaan mata uang asing dan bahan bakar.

Dia memperkirakan inflasi mencapai 30 persen pada 2023, dibanding 39 persen pada 2022.

Para ahli ekonomi memperkirakan, inflasi yang sebenarnya telah mencapai tiga digit dalam beberapa tahun terakhir, seiring terus naiknya harga dolar terhadap peso Kuba di pasar informal hingga lebih dari dua kali lipat dari nilai tukar resmi.

Wisatawan berjalan di sepanjang jalan di Havana, 20 Desember 2023. (YAMIL LAGE / AFP)

Pada 2021, reformasi keuangan yang menghapus penukaran peso yang dipatok ke nilai dolar telah membuat nilai peso regular anjlok.

Perdana menteri Manuel Marrero mengatakan kepada perlemen, sebuah kelompok kerja akan memastikan berapa nilai tukar yang harus ditetapkan terhadap dolar.

Gil mengatakan, produksi sektor pertanian dan industri manufaktur secara khusus mengalami penurunan, sementara migrasi pekerja secara masal memicu skenario yang kompleks.

Pariwisata mengalami pemulihan karena negara kepulauan ini menerima kunjungan 2,4 wisatawan pada 2023, dua kali lipat dari jumlah yang datang setahun sebelumnya.

Namun, angka ini masih dibawah dari jumlah 3,5 juta wisatawan yang diharapkan.
Situasi ekonomi yang buruk telah mendorong banyak warga Kuba untuk mengungsi, utamanya menuju ke Amerika Serikat melalui Amerika Tengah.

Kantor Washington untuk Amerika Latin (WOLA) mengatakan hampir 425 ribu migran Kuba telah datang ke Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir, sementara 36 ribu lainnya telah mengajukan permohonan suaka ke Meksiko, yang mencakup sekitar empat persen dari populasi negara pulau tersebut. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com