News  

Warga Argentina Bersiap Hadapi Dampak Inflasi

Kontraktor bangunan dari Argentina, Eduardo Casado, merasakan dampaknya. Dia terkejut melihat betapa cepatnya biaya hidup menjadi lebih mahal. “Saya membeli dua kilogram kentang minggu lalu dengan harga 800 peso dan minggu ini hampir 1.200 peso. Saya tidak tahu apakah minggu depan kami bisa membeli barang yang sama,” ujarnya.

Penderitaan Casado dirasakan secara nasional. Angka yang dikeluarkan minggu ini menunjukkan inflasi mencapai 161 persen, dan sebagian besar ekonom berpendapat bahwa hal yang lebih buruk akan terjadi.

Pemerintahan baru Presiden libertarian Javier Milei baru saja meluncurkan paket terapi kejut bagi perekonomian. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah dengan mendevaluasi mata uang peso Argentina lebih dari 50 persen terhadap dolar.

Pemerintah mengatakan hal itu akan membantu eksportir. Namun langkah ini juga akan membuat impor menjadi lebih mahal, sehingga memastikan akan terjadi lonjakan inflasi lagi.

Sebuah tanda di luar toko bertuliskan dalam bahasa Spanyol “Kami menerima Dolar” di Buenos Aires, Argentina, 12 Desember 2023. (REUTERS/Tomas Cuesta)

Ekonom Hernan Letcher mengatakan, investor akan mengamati apakah masyarakat Argentina dapat menerima obatnya. “Pertanyaan pasar adalah, bisakah masyarakat menolak hal ini? Itulah keraguan mereka. Mereka akan melihat apakah masyarakat semakin hari marah, apakah mereka bereaksi, apakah mereka tidak dapat mengatasinya lagi, apakah mereka marah kepada pemerintah. Atau apakah mereka senang dengan pemotongan tersebut,” katanya.

Pemerintah juga berencana untuk memangkas subsidi energi dan secara drastis mengurangi tenaga kerja sektor publik. Sebagai balasannya, pemerintah berjanji untuk meningkatkan sejumlah belanja sosial, termasuk tunjangan anak.

Juru Bicara Kepresidenan Manuel Adorni mengakui hal ini akan merugikan, namun mengatakan tidak ada pilihan lain. “Pemerintah ini tidak menerima pasien sakit gigi. Kami menemukan seorang pasien dalam perawatan intensif yang akan meninggal. Kami tidak rela membiarkan pasien ini meninggal, karena jika meninggal berarti kemiskinan tidak ada batasnya,” ujarnya.

Warga Argentina memilih Milei karena paham dia merencanakan tindakan drastis. Banyak yang setuju bahwa hal ini perlu dilakukan, namun mereka juga bertanya-tanya bagaimana mereka dapat memenuhi kebutuhannya. Pertanyaan besarnya adalah kapan, atau apakah, semuanya akan membuahkan hasil. Saat bekerja di Buenos Aires, Casado mengatakan orang kaya dan berkuasa tidak akan menderita. Dia mengatakan bahwa orang biasalah yang mungkin merasa terhanyut. [ns/jm]

Sumber: www.voaindonesia.com